Ramadhan dalam Tayangan Iklan

Oleh Sumbo Tinarbuko

Berbagai iklan versi Ramadhan marak dikibarkan di berbagai media luar ruang: billboard, baliho, spanduk, umbul-umbul. Di dalam rumah, pariwara bernuansa Ramadhan pun dengan sukses melenggang masuk ruang privat dan membias di layar kaca, terpampang di lembaran surat kabar dan majalah, serta menerabas di ruang dengar kita melewati pirati radio.

Kendali virtual semacam itu tidak lepas dari polah laku para produsen yang menjual beragam produk barang dan jasa yang secara sadar mengelola kesempatan emas di bulan penuh rahmat ini untuk mengeruk ceruk pasar umat muslim yang sedang berpuasa guna memenuhi kebutuhannya selepas lapar dahaga berbuka puasa.

Dalam istilah pemasaran, tren seperti itu diberi judul musim sibuk bulan Ramadhan. Karena kondisi semacam itulah semua kalangan bisnis berlomba-lomba mengadu strategi dagang untuk merebut kue sukses di pasaran. Para produsen adu pintar dan tarik ulur kapital menajamkan peluang kewirausahaannya dengan memanfaatkan momentum bulan Ramadhan yang diyakini oleh parapihak sebagai bulan penuh berkah.

Untuk itu, berbagai macam promosi produk kembali dikemas dalam versi baru. Ada yang diposisikan hanya sebagai reminder bagi konsumen, sekadar peluncuran produk baru, atau direncanakan dengan matang guna menguatkan pencitraan produk barang dan jasa di tengah-tengah target sasarannya.

Bagi para pengusaha adalah suatu hal yang wajar bila memanfaatkan momentum Ramadhan sebagai ajang pemasaran demi melipatgandakan kapital.  Suasana semacam itu memberikan gairah yang dinamis dan bersuasana sangat kompetitif bagi perkembangan perdagangan produk barang dan jasa di  Indonesia yang mempunyai karakter pola musim sibuk. Daur hidup pola musiman seperti ini ditandai dengan keberadaan hari besar agama, seperti yang terjadi setiap bulan Ramadhan, Lebaran,  Natal, Tahun Baru, dan Imlek.

Setiap tahun, bulan puasa dijadikan momentum ajang bisnis yang seru dan mereka saling berlomba mempromosikan produknya. Hikmah dari pola musim sibuk bulan Ramadan bagi para produsen dan pengusaha memudahkan diri untuk menarik pembeli. Hampir dapat dipastikan, seluruh produsen yang terlibat dalam eforia pola musim sibuk ini akan segera meraih laba berlipat ganda.

Mengamati desain iklan yang dimuat di beberapa koran ini dan berbagai media massa cetak dan elektronik lainnya selama bulan Ramadhan 2012 ini cukup menarik.

Kehadiran iklan Ramadhan tersebut mudah dikenali karena di salah satu sisinya ditambah dengan teks yang berbunyi antara lain: ‘’Berkah Ramadhan’’, ‘’Rayakan Ramadhan bersama …’’, ‘’Lebaran Sale’’, ‘’Belanja Ramadhan Banyak Hadiah’’, Selamat Menunaikan Ibadah Puasa’’, ‘’… Ramadhan Spesial’’,  ‘’Berbuka Puasa…’’, ‘’Bonus Ramadhan’’, ‘’Sambut Lebaran Penuh Gaya …’’, ‘’Ramadhan Fair’’, ‘’Harga  Spesial  Menjelang  Lebaran’’.

Beragam material promosi produk barang dan jasa berbentuk iklan dirancang kembali kembali dan dikemas dalam nuansa Ramadhan. Ada yang diposisikan hanya sebagai reminder bagi konsumen, sekadar peluncuran produk baru, atau direncanakan dengan matang guna menguatkan pencitraan produk barang dan jasa di tengah-tengah target sasarannya. Semuanya itu dilakukan oleh produsen secara terintegrasi tentu dengan tujuan akhir agar mendapatkan simpati masyarakat di bulan Ramadhan.

*)Sumbo Tinarbuko (www.sumbotinarbuko.com)  adalah Pengamat Iklan dan Dosen Komunikasi Visual  ISI Yogyakarta. Follow twitter @sumbotinarbuko

Iklan

Tentang sumbotinarbuko

Creative Advisor and Consultant of Institute Sumbo Indonesia, and Lecturer of Program Studi Desain Komunikasi Visual Fakultas Seni Rupa and Sekolah Pascasarjana ISI Yogyakarta
Pos ini dipublikasikan di Artikel DKV dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s