Sumbo Tinarbuko: PENATAAN KAWASAN MALIOBORO Tanpa Reklame, Lebih Cantik

YOGYA (KR) – Kawasan Malioboro memiliki nilai sejarah, karenanya kawasan itu perlu perlu ditata dengan baik, termasuk reklame. Banyak di kawasan itu berdiri bangunan heritage yang perlu dijaga.

‘’Kalau saya justru mendukung jika di kawasan Malioboro bersih dari reklame atau media luar ruang. Toko-toko cukup memasang nama toko saja, sedang untuk memperkenalkan produk mereka, bisa dilakukan dengan menggunakan dinding dalam toko atau lantai toko tersebut, ‘’ jelas pengamat periklanan, Sumbo Tinarbuko kepada KR, Sabtu (4/8).

Dikatakannya, sebagai kawasan heritage namun di sisi lain juga sebagai kawasan ekonomi, memang tidak bisa dipungkiri keberadaan media  iklan menjadi salah satu cirinya. Namun dengan keinginan memperindah Yogya, ia yakin Malioboro akan menjadi lebih cantik tanpa iklan. Justru dengan dipindahkannya iklan-iklan di dalam ruangan maka akan membuat kreativitas akan muncul, karena masing-masing toko akan memiliki cara tersendiri untuk menarik pengunjung tanpa hadirnya media luar ruang.

Satu lagi, tambah Sumbo, perlunya digunakan tipografi vernakuler atau tipografi yang ditulis secara manual. ‘’Akan sangat menarik kalau nama toko  itu ditulis manual dengan tangan, tidak dengan setting computer yang terkesan kaku,’’ katanya.

Pengamat periklanan yang juga  anggota Badan Pengawas Periklanan Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia  (P3I) DIY ini juga mengutarakan bahwa dulu sempat ada kebijakan tidak adanya reklame di atas bangunan di kawasan Malioboro. Sehingga kalau pemerintah kota punya kemauan pasti bisa mengatur atau menghilangkan reklame di atas gedung.

‘’Kalau tidak salah pada masa Herry Zudianto yang  periode pertama, pernah ada aturan tidak ada  reklame di atas gedung kecuali balon, ‘’ kata Sumbo Tinarbuko.

Sumbo menyatakan pernah, pernah ada fotografer yang memotret menggunakan pesawat remote control dan dari atas terlihat Kota Yogya terutama Malioboro terlihat seperti hutan reklame (Apw)

*Liputan ini dimuat di rubrik  Lingkar Yogya, harian Kedaulatan Rakyat, Senin Pahing, 6 Agustus 2012.

Iklan

Tentang sumbotinarbuko

Creative Advisor and Consultant of Institute Sumbo Indonesia, and Lecturer of Program Studi Desain Komunikasi Visual Fakultas Seni Rupa and Sekolah Pascasarjana ISI Yogyakarta
Pos ini dipublikasikan di Opini. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s